From: "duke"
Date: Mon Jul 7, 2003 2:39 am
Subject: [radioliner] keyakinan vs kepercayaan
kemaren, tumben aku sempet nongton tv. pas ada acara quiz
adopsi 'how to be a millionare', kalo gak salah, malem minggu.
yang menarik saat seorang kontestan mendapat kesulitan jawab.
lantas dia menggunakan kesempatan bantu, memilih 'phone call'.
maka tantowi (hosting) berbicara via tilpun, rupanya dengan adik
si peserta. pertanyaannya emang memerlukan pergaulan populer
tentang nama pejabat ketua p.w.i untuk periode sekarang ini.
saya yakin, si peserta (abang) sudah ngincer 2 pilihan jawaban
(yakni a dan b) yang emang familiar buat dunia pers. sementara
si adik, liwat tilpun, bantu memilih pada jawaban lain (yakni 'd').
saya sendiri tidak memilih jawaban 'a' dan 'b' karena tau mereka,
tapi juga gak memilih yang 'c' dan 'd' karena kurang saya kenal.
-----------------------------------------------------
tantowi: malam ini, dengan disaksikan seluruh pemirsa serta untuk
mengetahui apakah anda bisa percaya adik anda, apa jawabannya?
peserta: saya .. pilih jawaban yang 'a' saja.
tantowi: hmm .. jadi, anda tidak menerima bantuan pilihan dari
adik barusan? apakah berarti anda gak mempercayai adik sendiri?
peserta: saya lebih yakin diri sendiri, tetap pilih 'a' saja.
tantowi: tidak menyesal? sekaligus ternyata anda tidak ato susah
percaya kepada adik kandung sendiri yang telah coba membantu?
(kamera sigap menyorot seorang penonton, ibu kandung si peserta).
peserta: gak apa-apa. saya siap dengan resikonya.
tantowi: baiklah, dan kepada pemirsa sekalian. sekaligus kita
telah melihat sebuah drama keluarga, serta ternyata, memang
bahwa ada abang yang tidak bisa mempercayai adiknya .. dst.
-----------------------------------------------------
hanya sedikit komentar, tentulah versi isengnya saya:
- ini hanya permainan. sang abang sudah menggunakan jasa dan
bantuan dari pihak lain (adik kandung), namun juga dengan sepihak
dia telah mengabaikan potensi itu dan memilih keputusan sendiri.
- terlepas dari hubungan abang-adik, saya pikir, ketika tantowi
'memaksa' dengan penggambaran 'acara keluarga' yang dramatis
itu, pastilah ada maksud-maksud tertentu yang bisa diperkirakan:
* sebuah alat bantu, apapun, bagaimanapun, pasti bisa membantu.
* tinjauan 'hubungan kekeluargaan ideal'. walau hanya permainan.
tapi jika si peserta jeli, dia akan memilih ending yang lebih baik.
terlepas perkara salah ato benar, tapi dia memilih prinsip yg sudah
dipilihnya sendiri yakni: meminta bantuan kepada adiknya sendiri.
sebagai konsekwensi, jika jawaban akhirnya salah, tapi dia telah
menegakkan prinsip yang lebih berharga: 'makna kepercayaan'.
bukankah dia sebagai peserta yang telah minta bantuan ke adik?
* bahwa .. ah, sutralah. toh ini hanya permainan. game of life?
-----------------------------------------------------
tantowi: ternyata jawaban yang benar .. adalah 'd' (pilihan adik)
sekaligus juga anda telah kehilangan hadiah 16 juta rupiah itu!!
*'np: the color of love' _____ billy ocean
-duke-