Thursday, November 18, 2004

~t|i|m|e~

d.U.k.E~m.E.n.d.E.n.g.A.r
From: "duke" <jazzdinny@hotmail.com>
Date: Tue Feb 3, 2004 2:01 am
Subject: -time-

time, flowing like a river
time, beckoning me ..
who knows when we shall meet again
if ever .. but time
keeps flowing like a river .. to the sea
andai pada sebuah perjalanan yg lambat, maka sang waktu
justru terasa cepat berlalu. maka dikenal sebutan 'tua di jalan'.
sebaliknya bila melaju dengan sangat cepat, maka waktupun
berjalan lambat, alias tanpa disadari kendaraan udah sampe
ke tujuan. perkara cepat dan lambat, kendaraan dan waktu.
adalah hakekat manusia saat mengarungi batas manusiawi.
goodbye my love, maybe for forever
goodbye my love, the tide waits for me
who knows when we shall meet again
if ever .. but time
keeps flowing like a river (on and on) .. to the sea
mereka menyebutnya sebagai relativitas yakni waktu,
yang bisa mengkerut dan memuai. berbeda dengan gerakan
jarum jam hingga putaran bumi yang ritmenya telah teratur,
tanpa rekayasa. sebagai faktor mekanis yang diciptakan agar
jadi kesepakatan serta tak terperdaya oleh relativitas itu.
till it's gone forever
gone forever .. gone for-ever more
namun siapa yang bisa menebak laju arus sungai?
namun siapa yang bisa mengukur satu penantian?
goodbye my friends, maybe forever
goodbye my friends, the stars wait for me
who knows where we shall meet again
if ever .. but time
keeps flowing like a river (on and on) to the sea ..
jika suatu saat aku melaju pada kecepatan cahaya, maka
aku terbang menuju bintang dalam 50 tahun cahaya dan
kembali ke bumi untuk menemukan segala harapan.
artinya, menurut 'jam mekanis' bumi, aku telah berlayar
meninggalkan bumi selama 100 tahun dan saat mendarat,
bumi telah lebih tua 100 tahun. ini perkara konversi.
till it's gone forever
gone forever .. gone for-ever more
namun siapa yang telah menetapkan laju arus sungai?
siapa pula yang bisa mengukuhkan makna penantian?

*np: 'time' ____ alan parsons (alb. turn of a friendly card)
-duke-

'le carnaval des animaux'

d.u.k.E~m.E.n.d.E.n.g.A.r
From: "duke"
Date: Fri Jan 23, 2004 7:32 pm
Subject:
arak-arakan itu .. le carnaval

'le carnaval des animaux' (camille saint-saens; 1886)
finale yang mistis 'adagio sostenuto' dari solo cello.

tiba-tiba waktu pencet 'send' .. window itu hilang!

kira-kira se-jam dengan beberapa batang rokok, aku
mulai tenang dan mengingat materi ketikan itu sembari
mencoba menyalin ulang. sementara lagunya tetap sama
(set: 'repeat this song'), sendu dan .. jadilah tulisan yang
sama sekali baru. jadi singkat, rada simpel n lebih plong,
bahkan judul topiknya telah berganti sama sekali beda.

hmm 'le carnaval des animaux' .. apa gerangan artinya?
gimana cara meraba keindahannya sekaligus menghirup
kesedihannya? karena kematian si ibu-kah lantas saens
ter-obsesi bunuh diri? kesendirian (solois) sebuah cello
telah melambangkan kesepian seorang homoseksual?
walaupun ia mengaum seperti singa tua (introduction et
marche royale du lion) yang siap 'menyantap' kesegaran
'swan muda' (istrinya, yang berbeda usia 21 taon) serta
para gajah-kangourous; aquarium; personnages a longues
oreilles; le coucou au fond des bois; le cygne hingga saat
terakhir (finale); untuk kedua anak bayinya yg meninggal
nyaris serentak dalam selang waktu 2 minggu saja?

aku perlu teman, untuk menulis serta membaca irama.
dari tiap pengalaman yg bisa membagi pencerahannya.
termasuk lewat lagu dan suasana kesalahan malam ini.

-duke-