sidney - 4 (king cross)
masih di plaza sembari duduk berbaur di bangku
taman dan menghadap bangunan dengan atap membentuk
silhouette terkenal itu, ditemani latar belakang
'raksasa' jembatan sidney. nyaris jam sembilan malam
tapi matahari masih terang. ferry pesiar dan perahu
mondar-mandir, aku gak ngeliat kawanan burung pelican
yang pernah jadi figuran di filmnya 'nemo' itu ehehee
lalu di pinggir taman, kulihat ada 3 wanita berkerudung
sedang bersujud beralas permadani, sepertinya sholat.
aku membuka peta saku dengan skala sekitar 1 : 1000m
dan mengira jarak perjalanan, rasanya telah menempuh
radius 8 km lebih dengan berjalan kaki sejak siang,
dan 'gak sengaja' tiba di sidney opera house. jadi
kalo mo digambarkan orientasinya, sentral kereta api
berada di ujung selatan peta, lantas mengambil sumbu
ato as kota pada kompleks 'hyde park' dengan akses
jalan utama 'elizabeth street' disambung macquarie
street menuju kompleks sydney harbour dan landscape
opera house berada di ujung atas peta 'the rocks'.
maka aku barusan sudah membelah sumbu selatan sampe
pusat lalu ke utara. maka kalo mau ke central ato
terminal pusat, aku tinggal menyusuri kembali rute
semula dalam arus berlawanan menuju poros selatan.
lantaran cuaca masih terang dan banyak yg menikmati
jalan kaki (walau angin kencang dan dingin, maklum
deket aer), saat sampai kembali di hyde park bagian
air mancur 'archibald memorial fountain' sekaligus
menikmati 'lampu terang' yang merembet di sepanjang
barisan batang pohon raksasa di kiri-kanan dan pada
bagian atas dahannya saling 'menyambung rapat' seolah
membentuk kubah bangunan alam (di tulisan sebelumnya),
aku memutuskan untuk gak langsung ke terminal dulu.
melainkan melihat peta dan berbelok ke arah timur
sidney alias menyusuri 'william street' dan memasuki
wilayah woolloomooloo. yea .. lets go to king cross!
kalo menurut peta dan perkiraan, jaraknya cuma separoh
dari hyde park ke sidney opera house .. tanggung kan.
wilayah king cross, rasanya udah terkenal sebagai
tempat 'pelesir' dan identik dengan 'mangga besar'nya
sidney. jalannya cenderung menurun, aku bisa berjalan
cepat dan saling 'berlomba' ama pejalan laen terutama
turis asia (kayaknya jepang) yang uniknya ada wanita
dan anak-anak. beberapa toko tutup (public holiday)
maka gak banyak yg bisa dinikmati selain jalan cepat.
semakin lama lampu billboard makin banyak juga simpang
jalan, aku sempet ngobrol dengan pasangan muda waktu
nunggu nyebrang. yang laki berdarah asia (kupikir dari
indo, rupanya korean dan ceweknya bule) lalu sempet
jalan bareng. aku nanya, apa itu king cross? si cewek
yang kayaknya asli situ, bilang: dulu ada semacam kaum
pengelana ato bohemian di sidney taon 50-an, kemudian
mereka sering kumpul dan menetapkan wilayah mereka di
situ. lalu ngetop di taon 60-an sebagai pusat komunitas
semacam gipsi yang berkeliaran dari hyde park sampe
ke woolloomooloo, lalu taon 70-an jadi semacam tempat
kumpul dan gaulnya tentara amerika terutama saat krisis
perang vietnam. wilayah king cross sendiri merupakan
junction ato simpang yang dikenal dengan jalan utama
william street (dari hyden park), dengan darlinghurst
road yg banyak neon sign raksasa, lalu victoria street
dengan beberapa taman sebagai 'the cross' (as locals
call it) juga craigend street yg menuju timur sidney.
aku lantas berpisah dengan pasangan gado-gado yang
selalu berangkulan itu (bikin ngiri, mana dingin).
memang gak heboh amat ato ciri yang spesifik seperti
halnya kawasan red-light of sidney, district prowled by
prostitutes, junkies, drunks, stripess and homeless.
banyak wanita yang santai berjalan ato bersender di
box telpon, ato rombongan yang keluar masuk toko pada
kiri kanan jalan. suasananya ramai, jalannya kecil dan
hanya cukup untuk mobil papasan dua arah yang jalannya
perlahan lantaran manusia seliweran dan nyebrang aja.
yang khas adalah kerumunan anak muda, cenderung suka
suka dan malah kumuh. ada juga yang rapih necis seperti
pake seragam, rupanya mereka semacam 'calo' yg ngundang
para pejalan buat mampir nonton striptease ato adult
show. aku sempet beli es krim lagi seharga $5, banyak
banget dikasihnya, lalu duduk di taman tengah bunderan
jalan yang ada pohon digantungi lampu hias. sekitar jam
10 liwat, suasananya ramai dan berbeda dengan hyde park
yang tenang ato di sidney opera house yang bajunya tebel
mungkin karena dingin kena angin laut. yea, kalo di sini
terutama ceweknya, yang namanya puser emang bertebaran
juga blues ketat tanpa bra. aku masuk ke adult shop dan
rata-rata hampir seragam 'menunya', lalu masuk ke toko
spesial tobacco dan .. ada rokok gudang garam = $11,60.
lalu ada beberapa toko cd dan musik, katanya sih big sale
bahkan semacam 2nd hand. aku liat box set 'all that jazz'
dengan 4 cd = $14, box set robert johnson 3 cd = $12,
rata-rata cd masih segel dengan tulisan 'sale' = $9,9
juga dvd, vcd bahkan video recording dengan harga sama.
ah, aku lagi gak niat belanja dulu, kecuali jalan. konon
kalo mo borong ato puasin belanja kudu balik ke chinatown
ato nyari kawasan yang namanya 'paddington market' yang
katanya saban sabtu-minggu seperti bazaar ato 2nd hand.
hmm .. nyaris jam 11, aku nyadar mesti balik ke terminal
lagian tiketnya 'return'. rada bingung nyari orientasi,
maka aku sempet nongkrong di halte bis sembari liat rute
ke arah central yang tertulis: bus no. 311. pas sebelah
bangku ada gelandangan (ato gila?) yang ngoceh sendiri.
dia sempet liat dan nanya padaku sembari minta rokok,
kujawab: i don't smoke, sorry. badannya tinggi besar,
gondrong, brewokan, pake sepatu boot dan badannya bau
kayak bawang busuk (ato tabasco?). ngoceh terus sambil
melambai ke arah pengendara mobil. iseng, aku mencoba
'nge-tes' listening skill-ku sembari nguping. ampun dah,
gak ada satu phrase bahkan word-pun yang yakin kucerna.
hampir 10 menit, kok bis gak kunjung nongol. aku mulai
berdiri dan rada panik, gimana caranya bisa ke terminal
dengan cepat. mendadak telapak kaki kiriku nyeri, terus
merembet ke lutut kalo dibawa jalan. wah .. cidera deh
lantaran seharian jalan kaki dan nyaris keliling kota
utama-pusat sidney. ada satu kalimat yang lagi jadi
favoritku yakni: how is it goin' mate? maka aku gunakan
kalimat itu buat negur seseorang yang lagi bawa ransel.
namanya marcus, setelah berbincang, rupanya dia lagi mo
jalan ke terminal kereta bahkan menuju north wollongong.
katanya, dia lagi libur sebentar menjenguk orang tuanya
di wilayah itu, trus balik ke wollongong. dia sempet gak
percaya kalo aku dari indonesia dan blon sebulan di sini
bahkan pertama kali ke sidney. dia pernah ke bali taon
1999 dan 2000 buat surfing, juga ke jogja. kami berjalan
cepat menyusuri liverpool street yg banyak sidewalk cafe
dan seperti disco-club, lalu jalan berkontur di wenworth
avenue yang ramai dan tetap sibuk. aku gak konsen lagi
karena kaki semakin sakit sembari kewalahan ngikutin
langkah si marcus. akhirnya sampai ke 'belmore park',
berarti berbeda dengan arah keluar terminal tadi siang.
kami langsung masuk ke terminal tanpa naik escalator,
si marcus beli tiket, waktu jam 12 liwat. aku sempet
tanya tentang expired tiket return-ku, kata si marcus
masih berlaku sampe jam 4 subuh. berarti yang dimaksud
return adalah available sampe 28 jam sejak jam 00.00.
aku gak inget jam brapa brangkat, kaki kiriku sempet
gak bisa diangkat dan marcus membawakan ranselku menuju
train. begitu dapet tempat duduk, aku langsung selonjor
kaki di atas bangku, sementara marcus membantu mengawasi
karena kalo ketahuan putting feet on train seats, aku
bisa kena penalty dan heavy fines $100 (on the spot).
kereta api terasa kosong, bahkan di gerbong kami cuman
bertiga (ada cowok sibuk dengan lap-topnya) lalu selama
sejam lebih aku ngoceh lagi ama marcus, sambil ngajarin
dia buat bilang terima kasih, apa khabar, dst in indo.
marcus sempat kuliah di wollongong jurusan teknik mesin
tapi cuti panjang (nyaris 2 taon) untuk cari kerja dulu.
salah satu keahliannya adalah ngajar surfing dan dapet
duit dari situ (juga yang bikin dia bisa ampe ke bali).
umurnya sekitar 25 taon, single karena pacarnya pulang
ke england dan gak balik lagi. gak begitu ngerti tentang
makna 'boxing day' (waktu kutanya, jawabnya: who cares?).
kurang suka musik dan film karena gak ada waktu katanya,
tapi pernah nonton konser ac/dc di sidney taon 80-an,
juga suka trilogy lord of the ring. dia bilang, lagi
ada exhibition lord of the ring di museum sidney tapi
kudu bayar tiket. ntar bakal kucari iklannya di koran.
sebetulnya selain kaki nyeri, aku kedinginan sembari
ngantuk berat. maka waktu ngobrol, beneran gak fokus
dan asal nyaut aja walau si marcus kliatan antusias.
aku sempet minta tolong agar diingetin kalo kereta
udah nyampe fairy meadow dan turun di situ. doi sempet
ngasih alamat imel; mvrcad@yahoo.com dan tilpunnya
0403284137, home: 42272912 (sekalian nitip di sini).
sekitar jam 2 liwat aku udah di terminal fairy meadow
lagi, bulan terang purnama, aku jalan sendiri sembari
terpincang-pincang menuju asrama 'campus east' sekitar
setengah kilo lagi dengan jalan memutar couper street.
rasanya pingin nyanyi, tapi gak tau yang mana selain
pingin rendeman aer panas dan angkat kaki di ranjang.
well .. boxing day? around sidney? yea .. udah tuh.
:who can it be knockin at my door?
:go away, don't come at here no more
:can't you see that is late at night?
:i'm very tired and not so feeling right
:all i wish is to be alone .. stay away!
*np: 'who can it be now' ____ men at work
