Thursday, December 30, 2004

sidney - 4 (king cross)

masih di plaza sembari duduk berbaur di bangku
taman dan menghadap bangunan dengan atap membentuk
silhouette terkenal itu, ditemani latar belakang
'raksasa' jembatan sidney. nyaris jam sembilan malam
tapi matahari masih terang. ferry pesiar dan perahu
mondar-mandir, aku gak ngeliat kawanan burung pelican
yang pernah jadi figuran di filmnya 'nemo' itu ehehee
lalu di pinggir taman, kulihat ada 3 wanita berkerudung
sedang bersujud beralas permadani, sepertinya sholat.
aku membuka peta saku dengan skala sekitar 1 : 1000m
dan mengira jarak perjalanan, rasanya telah menempuh
radius 8 km lebih dengan berjalan kaki sejak siang,
dan 'gak sengaja' tiba di sidney opera house. jadi
kalo mo digambarkan orientasinya, sentral kereta api
berada di ujung selatan peta, lantas mengambil sumbu
ato as kota pada kompleks 'hyde park' dengan akses
jalan utama 'elizabeth street' disambung macquarie
street menuju kompleks sydney harbour dan landscape
opera house berada di ujung atas peta 'the rocks'.
maka aku barusan sudah membelah sumbu selatan sampe
pusat lalu ke utara. maka kalo mau ke central ato
terminal pusat, aku tinggal menyusuri kembali rute
semula dalam arus berlawanan menuju poros selatan.
lantaran cuaca masih terang dan banyak yg menikmati
jalan kaki (walau angin kencang dan dingin, maklum
deket aer), saat sampai kembali di hyde park bagian
air mancur 'archibald memorial fountain' sekaligus
menikmati 'lampu terang' yang merembet di sepanjang
barisan batang pohon raksasa di kiri-kanan dan pada
bagian atas dahannya saling 'menyambung rapat' seolah
membentuk kubah bangunan alam (di tulisan sebelumnya),
aku memutuskan untuk gak langsung ke terminal dulu.
melainkan melihat peta dan berbelok ke arah timur
sidney alias menyusuri 'william street' dan memasuki
wilayah woolloomooloo. yea .. lets go to king cross!
kalo menurut peta dan perkiraan, jaraknya cuma separoh
dari hyde park ke sidney opera house .. tanggung kan.
wilayah king cross, rasanya udah terkenal sebagai
tempat 'pelesir' dan identik dengan 'mangga besar'nya
sidney. jalannya cenderung menurun, aku bisa berjalan
cepat dan saling 'berlomba' ama pejalan laen terutama
turis asia (kayaknya jepang) yang uniknya ada wanita
dan anak-anak. beberapa toko tutup (public holiday)
maka gak banyak yg bisa dinikmati selain jalan cepat.
semakin lama lampu billboard makin banyak juga simpang
jalan, aku sempet ngobrol dengan pasangan muda waktu
nunggu nyebrang. yang laki berdarah asia (kupikir dari
indo, rupanya korean dan ceweknya bule) lalu sempet
jalan bareng. aku nanya, apa itu king cross? si cewek
yang kayaknya asli situ, bilang: dulu ada semacam kaum
pengelana ato bohemian di sidney taon 50-an, kemudian
mereka sering kumpul dan menetapkan wilayah mereka di
situ. lalu ngetop di taon 60-an sebagai pusat komunitas
semacam gipsi yang berkeliaran dari hyde park sampe
ke woolloomooloo, lalu taon 70-an jadi semacam tempat
kumpul dan gaulnya tentara amerika terutama saat krisis
perang vietnam. wilayah king cross sendiri merupakan
junction ato simpang yang dikenal dengan jalan utama
william street (dari hyden park), dengan darlinghurst
road yg banyak neon sign raksasa, lalu victoria street
dengan beberapa taman sebagai 'the cross' (as locals
call it) juga craigend street yg menuju timur sidney.
aku lantas berpisah dengan pasangan gado-gado yang
selalu berangkulan itu (bikin ngiri, mana dingin).
memang gak heboh amat ato ciri yang spesifik seperti
halnya kawasan red-light of sidney, district prowled by
prostitutes, junkies, drunks, stripess and homeless.
banyak wanita yang santai berjalan ato bersender di
box telpon, ato rombongan yang keluar masuk toko pada
kiri kanan jalan. suasananya ramai, jalannya kecil dan
hanya cukup untuk mobil papasan dua arah yang jalannya
perlahan lantaran manusia seliweran dan nyebrang aja.
yang khas adalah kerumunan anak muda, cenderung suka
suka dan malah kumuh. ada juga yang rapih necis seperti
pake seragam, rupanya mereka semacam 'calo' yg ngundang
para pejalan buat mampir nonton striptease ato adult
show. aku sempet beli es krim lagi seharga $5, banyak
banget dikasihnya, lalu duduk di taman tengah bunderan
jalan yang ada pohon digantungi lampu hias. sekitar jam
10 liwat, suasananya ramai dan berbeda dengan hyde park
yang tenang ato di sidney opera house yang bajunya tebel
mungkin karena dingin kena angin laut. yea, kalo di sini
terutama ceweknya, yang namanya puser emang bertebaran
juga blues ketat tanpa bra. aku masuk ke adult shop dan
rata-rata hampir seragam 'menunya', lalu masuk ke toko
spesial tobacco dan .. ada rokok gudang garam = $11,60.
lalu ada beberapa toko cd dan musik, katanya sih big sale
bahkan semacam 2nd hand. aku liat box set 'all that jazz'
dengan 4 cd = $14, box set robert johnson 3 cd = $12,
rata-rata cd masih segel dengan tulisan 'sale' = $9,9
juga dvd, vcd bahkan video recording dengan harga sama.
ah, aku lagi gak niat belanja dulu, kecuali jalan. konon
kalo mo borong ato puasin belanja kudu balik ke chinatown
ato nyari kawasan yang namanya 'paddington market' yang
katanya saban sabtu-minggu seperti bazaar ato 2nd hand.
hmm .. nyaris jam 11, aku nyadar mesti balik ke terminal
lagian tiketnya 'return'. rada bingung nyari orientasi,
maka aku sempet nongkrong di halte bis sembari liat rute
ke arah central yang tertulis: bus no. 311. pas sebelah
bangku ada gelandangan (ato gila?) yang ngoceh sendiri.
dia sempet liat dan nanya padaku sembari minta rokok,
kujawab: i don't smoke, sorry. badannya tinggi besar,
gondrong, brewokan, pake sepatu boot dan badannya bau
kayak bawang busuk (ato tabasco?). ngoceh terus sambil
melambai ke arah pengendara mobil. iseng, aku mencoba
'nge-tes' listening skill-ku sembari nguping. ampun dah,
gak ada satu phrase bahkan word-pun yang yakin kucerna.
hampir 10 menit, kok bis gak kunjung nongol. aku mulai
berdiri dan rada panik, gimana caranya bisa ke terminal
dengan cepat. mendadak telapak kaki kiriku nyeri, terus
merembet ke lutut kalo dibawa jalan. wah .. cidera deh
lantaran seharian jalan kaki dan nyaris keliling kota
utama-pusat sidney. ada satu kalimat yang lagi jadi
favoritku yakni: how is it goin' mate? maka aku gunakan
kalimat itu buat negur seseorang yang lagi bawa ransel.
namanya marcus, setelah berbincang, rupanya dia lagi mo
jalan ke terminal kereta bahkan menuju north wollongong.
katanya, dia lagi libur sebentar menjenguk orang tuanya
di wilayah itu, trus balik ke wollongong. dia sempet gak
percaya kalo aku dari indonesia dan blon sebulan di sini
bahkan pertama kali ke sidney. dia pernah ke bali taon
1999 dan 2000 buat surfing, juga ke jogja. kami berjalan
cepat menyusuri liverpool street yg banyak sidewalk cafe
dan seperti disco-club, lalu jalan berkontur di wenworth
avenue yang ramai dan tetap sibuk. aku gak konsen lagi
karena kaki semakin sakit sembari kewalahan ngikutin
langkah si marcus. akhirnya sampai ke 'belmore park',
berarti berbeda dengan arah keluar terminal tadi siang.
kami langsung masuk ke terminal tanpa naik escalator,
si marcus beli tiket, waktu jam 12 liwat. aku sempet
tanya tentang expired tiket return-ku, kata si marcus
masih berlaku sampe jam 4 subuh. berarti yang dimaksud
return adalah available sampe 28 jam sejak jam 00.00.
aku gak inget jam brapa brangkat, kaki kiriku sempet
gak bisa diangkat dan marcus membawakan ranselku menuju
train. begitu dapet tempat duduk, aku langsung selonjor
kaki di atas bangku, sementara marcus membantu mengawasi
karena kalo ketahuan putting feet on train seats, aku
bisa kena penalty dan heavy fines $100 (on the spot).
kereta api terasa kosong, bahkan di gerbong kami cuman
bertiga (ada cowok sibuk dengan lap-topnya) lalu selama
sejam lebih aku ngoceh lagi ama marcus, sambil ngajarin
dia buat bilang terima kasih, apa khabar, dst in indo.
marcus sempat kuliah di wollongong jurusan teknik mesin
tapi cuti panjang (nyaris 2 taon) untuk cari kerja dulu.
salah satu keahliannya adalah ngajar surfing dan dapet
duit dari situ (juga yang bikin dia bisa ampe ke bali).
umurnya sekitar 25 taon, single karena pacarnya pulang
ke england dan gak balik lagi. gak begitu ngerti tentang
makna 'boxing day' (waktu kutanya, jawabnya: who cares?).
kurang suka musik dan film karena gak ada waktu katanya,
tapi pernah nonton konser ac/dc di sidney taon 80-an,
juga suka trilogy lord of the ring. dia bilang, lagi
ada exhibition lord of the ring di museum sidney tapi
kudu bayar tiket. ntar bakal kucari iklannya di koran.
sebetulnya selain kaki nyeri, aku kedinginan sembari
ngantuk berat. maka waktu ngobrol, beneran gak fokus
dan asal nyaut aja walau si marcus kliatan antusias.
aku sempet minta tolong agar diingetin kalo kereta
udah nyampe fairy meadow dan turun di situ. doi sempet
ngasih alamat imel; mvrcad@yahoo.com dan tilpunnya
0403284137, home: 42272912 (sekalian nitip di sini).
sekitar jam 2 liwat aku udah di terminal fairy meadow
lagi, bulan terang purnama, aku jalan sendiri sembari
terpincang-pincang menuju asrama 'campus east' sekitar
setengah kilo lagi dengan jalan memutar couper street.
rasanya pingin nyanyi, tapi gak tau yang mana selain
pingin rendeman aer panas dan angkat kaki di ranjang.
well .. boxing day? around sidney? yea .. udah tuh.
:who can it be knockin at my door?
:go away, don't come at here no more
:can't you see that is late at night?
:i'm very tired and not so feeling right
:all i wish is to be alone .. stay away!
*np: 'who can it be now' ____ men at work

Wednesday, December 29, 2004

sidney -3 (opera house)

dUkE~mElihAt
kira-kira ngabisin waktu se jam sembari ngaso di park,
maka aku berfikir .. mo pulang apa lanjut? soale emang
udah mencapai target, lagian udah jam 4 sorean dan bisa
jalan santai ke terminal kereta lagi. sementara ngeliat
peta, kalo mo terusin ke sydney opera house alias tepi
pantai itu, kudu nempuh jarak dua kali lipat barusan.
ah .. kagok, terusin aja sembari santai. maka aku jalan
lagi nyeberang 'albert road' (nama prince albert, ada
patungnya yakni mantan gubernur new south wales-1866)
lalu ada semacam museum dan jam kota. aku sekarang
menyusuri 'macquarie street' yang dipenuhi kombinasi
bangunan kuno dan modern seperti hotel dan apartemen.
juga ada hotel mariot di wilayah hyde park itu, serta
gereja katedral st. mary, juga bangunan antik sydney
hospital berikut tamannya yang didirikan sejak 1878.
uniknya, simbol dan patung rumah sakit : babi hutan.
terus menyusuri pedesterian jalan, sampai ke bangunan
kuno lainnya yakni parliament house dan berlanjut ke
state library of nsw yang dipenuhi statue para penemu
ato tokoh penting seperti matthew flinders (1774-1814)
sebagai captain in the royal navy, juga large portion
(1796-1803) konon membuat peta awal pantai australia.
lalu taman kecil bernama shakespeare place dan seperti
botanical garden, lalu gundukan perbukitan aneh yang
dikelilingi jalan raya yang menuju 'bridge north sidney
chatswood'. anehnya, karena berserakan reruntuhan puing
seperti bangunan kuno dengan prasastinya. lalu turun
memutar dan di sebelah kanan terdapat conservatorium
of music (1915) yang di sebelahnya terdapat gerbang
pintu masuk menuju rumah gubernur. aku menuruni jalan
macquarie, nama gubernur new south wales era 1814-an.
sementara angin makin kencang bertiup, matahari masih
terang dan pejalan kaki berseliweran. aku sempet minum
dari 'kran aer' (khusus buat pejalan), dan melihat jam
astaga .. nyaris jam 6 sore tapi kayak jam 2 siang.
sampai pada sebuah belokan, aku melihat jembatan layang
di bagian atas sementara pada pandangan laennya adalah
hamparan aer seperti di pinggir sungai kapuas. seperti
rada berlari karena jalan menurun, aku membelok dan ..
sidney opera house, man! ehehee .. akhirnya nongol juga
doi depan mataku. dengan pengaturan lalu lintas berupa
plaza luas lantas menikung ke kanan mengikuti kontur
tanjung daratan, maka keliatan 'dua kerang raksasa'
karya arsitek denmark joern utzon sebagai pemenang
sayembara internasional. walau konsep 'kerang' ato
simbol 'layar terkembang' itu di anggap radikal dan
sempat didiskualifikasi, namun akhirnya para juri
(terutama arsitek amerika) memproklamirkan karyanya:
'gentlemen, here is your opera house .. of sidney!'.
belum lagi kontroversi biayanya yang membengkak dari
estimasi awal $7 juta menjadi $102 juta. akhirnya ratu
elizabeth membuka peresmian sidney opera house taon
1973, sebagai opera perdana adalah 'war and peace'
karya prokofiev serta konser '9th symphony' bethoven.
sementara aku masih kagum dengan sculpture sebelum
mendekatinya, juga terbentang 'raksasa' sidney harbour
bridge dengan perpaduan konstruksi kokoh serta seni
keindahannya. ekspresi sempurna untuk art + science,
juga masterpiece dari hasil desain landscape alamiah.
jika selama ini aku cuman tau dari literatur sejak
jaman kuliah taon 80-an, lantas mengkoleksi image
ato virtualnya dari website ato film, maka sekarang
aku bisa merasakan secara 5-indera. termasuk menapaki
tangga panjang itu, mengelilingi bangunan, berpegang
pada handrail sembari mendengar percik air, meraba
angin sambil mengusap kontur atap yang juga sebagai
dinding, ambil brosur, pesen es krim + chips, kumplit!
bahkan sampe parkir basement juga di bawah tangganya,
lalu plaza bertingkat yang bagian bawahnya berupa
cafe juga tempat minum, bercampur musik (klo gak
salah, waktu itu disetel 'four-play') sementara ada
yang rebahan, pelukan-ciuman, potret di tepiannya yg
semacam dermaga. aku cuman 'numpang duduk' dan gak
sempet ngelamun karena ramai, juga ada aroma ganja.
well .. pokoke i've been there, yet ;o)

Tuesday, December 28, 2004

sidney -2 (hyde park)

lalu aku ke liverpool street, melewati simpang gede
castlereagh street yang sebelumnya menyimpan warisan
arsitektur megah semacam arcade dan bangunan antik
di pitt street mall. sempet ketemu cowok belanda yg
sama-sama kesasar di village cinema. sementara aku
baru saja nanya cewek jepang, arah ke hyde park (dia
juga gak tau), mendadak si belanda nanya sama kepadaku.
lalu kami sama-sama nyari peta dan jalan bareng sambil
ngobrol. kayaknya dia juga kurang fasih inggris, jadi
banyak pake kode dan kami ketawa melulu. sampe simpang
elizabeth street, mulai keliatan taman yang niru dan
mengadopsi nama dari 'saudaranya' di london sonoh.

aku sempet takjub lagi ama kota ini, meskipun banyak
mobil seliweran, taxi, trem, bis, patroli, tapi tetep
langka ama motor. sepeda gak sebanyak wollongong tapi
yang jalan kaki .. buaaanyyak bangeet dan terdiri dari
berbagai bangsa. kalo aja sempet nongkrong di halte bis
ato telpon umum, bakal kedengeran beragam bahasa dan
logat. cuman satu yang gak kutemui .. bahasa indonesia.
blon lagi cafe yang bangkunya nongkrong ampe trotoar
(tapi gak nyerobot), yang skating ato roller blade,
burung merpati (ato camar?) dan gagak beterbangan
sambil bergerombol dekat orang makan, blon lagi yang
pelukan dan pasangan ciuman di bangku taman, dst.

kompleks hyde park, persis kebon raya bogor tapi gak
pake pagar dan taman terbuka tengah kota. ada keluarga
yang cuma duduk di taman sembari buka bekal, ada yang
maen lempar bola, pasangan joging bareng anjingnya ..
jarak taman skitar 10 menit jalan santai dari kompleks
china-town (dixon street). di tengah park ada monumen
disebut anzac memorial, semacam artefak dan museum
untuk mengenang prajurit maupun tokoh masyarakat era
awal pembangunan sidney, berikut kolam di depannya.
trus jalan dikit sebangsa 200 meter, ada 'park street'
lalu di seberangnya masih kompleks hyde park. di situ
ada kompleks taman dengan pergola bernama sandringham
garden yakni pentas seperti arena lalu ada air mancur
di tengahnya. disebutkan, sebagai persembahan kepada
raja george 5 dan george 6. lalu tepat sebagai sumbu
taman ato poros jalan, adalah pohon tua dan besar
yang ujung dahannya saling bersentuhan seolah jadi
atap. luar biasa, asri, tenang, teduh, tenteram,
hening .. apalagi waktu malam harinya aku kembali
ke taman ini, ternyata di batang dan dahannya dikasih
lampu yang merambat .. menjadi pohon terang dan nyala
seperti tiang dan plafond bangunan berkubah (gereja?).
sulit dilukiskan, apakah persis film peter pan, ato
imajinasi laen. aku sempet berfikir, kalo kelak yang
namanya surga seperti ini, berarti aku udah sampai.
juga burung yang gak bisa terbang lagi (uda malem),
mereka cuman diam ato lari di sekitar bangku taman
sementara pasangan ato beberapa keluarga berjalan,
berangkulan, saling foto .. juga gelandangan ehehee

aku sempet nyari dan nanya nama pohonnya, tapi gak
pada tau. lalu aku jalan lagi, menuju bunderan dan
air mancur di tengah taman. ada tiga patung besar
serta patung utama lelaki telanjang di tengahnya.
ada prasasti: this fountain is the gift of the late
j.f archibald, to his fellow countryman and is intended
in terms of his will to commemorate the association of
australia and france in the great war 1914 - 1918. it
was erected in 1932 and is the work of francois sicard
sculpture; paris. tuh .. begitulah yang kusalin itu.
banyak yang ngambil foto ato kamera depan air mancur
ini, apalagi latar belakangnya barisan pepohonan itu.
ada satu yang menarik, di kepala patung pria tembaga
itu, rupanya ada yang masang topi khas sinterklas.
sayangnya, aku gak bawa handycam (emang sengaja sih,
karena mo orientasi dulu) sementara hand phone-ku
mendadak rewel, abis batere (gak bisa motret deh).

Monday, December 27, 2004

sidney -1 (china-town)

dec, 26 2004
aku sengaja nunggu rada siang untuk ke terminal
kereta, karena kalo pake train jam 6 ampe 9 pagi,
bakal kena charge mahal (peak hour) nyaris aus$ 18.
maka jam 10-an aku pergi sendiri dan beli tiket
di mesin otomatis, masukin koin 10 dolar 60 sen
untuk tiket fairy meadow menuju sidney, in return
alias bolak-balik (hari yang sama). menurut 'time
tabel' alias buku panduan, jarak sekitar 80-an km
ditempuh 1,5 jam menuju terminal kota sidney yang
disebut 'central', dekat town hal.
kreta apinya bersih, ruangannya dibagi dua secara
bertingkat (atas-bawah, persis 'decker' kalo bis).
aku duduk sendiri dan males ngobrol, sambil liat
peta dan naro ransel di depanku (kemana-mana pasti
bawa ransel). rupanya selama itu, aku diliatin ama
lelaki tua di belakangku, lantas minta ijin buat
pindah ke depanku. tadinya dia nebak aku filipina
karena logatku, lalu dia bilang : 'selamat pagi'
waktu kubilang dari indo. lupa namanya, tapi dia
ngasih liat kartu veteran (mantan perang vietnam)
juga semacam pass-card untuk fasilitas kemudahan
naek transportasi. umurnya sekitar 70-an, keliatan
perokok berat dan .. nyimpen alkohol di tasnya ;o)
tapi baek dan kayaknya 'gak tipe susah alias makmur'
dan menguasai 4 bahasa selain inggris: greek, japan,
vietnam dan jerman (keturunan jerman, masa mudanya
di yunani ikut bokap). walau ngocehnya cepet dan
'pelit buka mulut' (biasa .. alias 'kumur-kumur'),
aku bisa juga ngeladenin sejam lebih nyampe sidney.
orangnya lucu dan perhatian, misalnya dia nasehatin
jangan keseringan buka peta ntar dimanfaatin orang
jahat sidney yang sering morotin turis. lagian tiap
perapatan, lampu merah ato halte bis, ada peta plus
keterangan 'you were here', katanya. dia juga bilang
kalo aku dimintai duit (gak rese sih), bilang aja
gak punya ato gak usah diladenin, gak bakal ribut.
kalopun darurat dan mesti berantem, kamu tinggal
teriak 'watauu ..' pasti mereka kabur kok, katanya.
aku juga sempet nanya: apa bedanya 'destiny' ama
'fate' ama 'serendipity'? kami banyak ketawanya.
sampai di central, dia nemenin aku ke informasi
buat dapetin peta sidney gratis lalu ngajarin cara
beli tiket trem dan bis sekaligus liat rute yang
bikin keder dan ngejelimet itu, terutama masalah
bayaran yang kudu siapin koin. lalu waktu aku mo
traktir kopi, dia nolak sembari bilang: lebih baik
langsung jalan, karena bakal gak terasa di sini.
ok, maka aku putuskan untuk jalan kaki aja. demi
melihat peta dan skala yang jauh, kayaknya aku
gak bisa city tour semuanya nih, palingan mampir
ke chinatown yang konon lagi big sale dan daerah
sekitarnya. mungkin besok baru dateng lagi buat
khusus ke opera house ato ke king cross, misalnya.
aku menyusuri campbell street, wilayah pertokoan
dengan shopping window dan pedestrian yang leluasa
di tengah kota yang sibuk. lantas nyebrang george
street, lalu situasi chinatown dengan billboard
dan plang toko berbahasa kanji .. aku memasuki
wilayah terkenal chinatown. rasanya sekitar 15 mnt
jalan kaki dari terminal, lalu aku masuk kompleks
seperti di glodok. rupanya emang kios, seperti di
kapuas indahnya pontianak. lalu ada bangunan besar
seperti 'city mall' dan ada billboard toko terkenal
sebagai retail murah, paddy's. aku masuk ke hall
besar semacam lantai basement, wah .. bener kayak
situasi grogol ato tanah abang. mulai dari baju,
boneka, elektronik, sayuran, buah, makanan, jajan
segala ada dan .. bisa nawar. aku beli kaos yang
buatan china dengan harga variatif, misalnya dia
naro harga $7.5 lalu bisa ditawar $20 untuk 4 baju.
lalu aku jalan ke luar, persis pasar baru jakarta.
ada pintu gerbangnya dengan motif kelenteng tapi
lupa tulisannya, juga patung macan. kalo gak salah
liat, inilah dixon street yang memang dikenal sbg
pusat pertumbuhan imigran china sejak taon 1870-an
yang kemudian berkembang sebagai wilayah pertumbuhan
asia sejak taon 1960-an (dari malaysia, taiwan ato
korea) juga kontribusi penting perkembangan sidney.
aku juga sempet liat pohon tua di simpang jalan,
yang sebagian di cat emas, keterangannya: pohon yg
selalu meneteskan air di dahannya, gk pernah kering.
oya, aku juga sempet lunch di sini dan nyicip mi
gaya vietnam (chinesse food juga sih) seharga $6
tapi rasanya gak lebih top dari indomi goreng-ku.
bulenya lumayan banyak, juga 'mahluk indah' hasil
kawin campur yang eksotis dan sehat. lanjut yah.