Wednesday, March 23, 2005

'iya' dan/ato 'tidak'

From: "duke "
Date: Wed Jan 29, 2003 12:10 pm
Subject:
manusia belajar ('iya' dan/atau 'tidak')

wajah kita adalah mirip unyil (fiktif) yg akhirnya berniat 'belajar'
dewasa dan sanggup menghadapi kebenaran. walau sedikit pucat,
bingung campur frustasi sekaligus ada rasa lega. betapa tidak:

ketika unyil mengatakan 'iya' tau-tau ternyatanya 'tidak'. lantas
unyil meralat menjadi 'tidak', eh .. jadinya malah 'iya'. maka unyil
bicara 'iya' seperti kesungguhan sewaktu kecil minta jajan, padahal
seharusnya ia bilang 'tidak'. maka orang serasa mendengar 'iya'
dan unyil menyesal karena maksudnya awalnya adalah 'tidak'.

unyil mulai memberanikan diri bilang 'tidak' pada suatu kesempatan
yang memang membutuhkan pernyataan 'tidak'. tapi ternyata gak
pada peduli karena mereka menganggap 'tidak' itu gak jadi penting.
unyilpun jadi sering keringatan dan gugup, maka ketika ditanya lagi
masalah 'iya' atau 'tidak', unyil sekarang memilih diam. maka untuk
pertama kalinya, semuapun sepakat menganggapnya bilang 'tidak'!

unyil tambah runyam dalam perkara 'iya' ato 'tidak' yg amburadul,
hidupnya jungkir balik. gara-gara pernah keceplos 'iya', unyil lantas
jadi tersangka utama korupsi di kantor. malah katanya pernah mo
dibacok tukang parkir karena bilang 'gak' buat perkara gak jelas.
lalu saat diperiksa pak polisi, unyil balik dituduh plin-plan sewaktu
menjawab 'iya'. istrinyapun malu, malah ngambek pisah ranjang.


unyil sakit makin terhimpit, hidup tidak lagi ramah dan semuanya
terasa mengancam. sekarang jadi brenti maen badminton sewaktu
disambit raket karena bilang 'tidak' padahal 'iya' walau selapangan
tau masalahnya bahwa 'bola smash si gafur tidak masuk alias out'.

unyil juga dituduh individualistis, gak lentur dan sok wibawa justru
karena unyil semakin banyak diam. ketika ia merubah taktik untuk
belagak gagu, senantiasa senyum dan diplomatis saat menghindari
jawaban, akibatnya unyil di cap gak bisa lagi dipercaya, gampangan
dan melempem. jidat unyil makin membiru .. iapun melampiaskan
dengan menulis di millis supaya gak ketemu orang .. hatinya beku.


unyil merasa bebas, gak perlu ditodong masalah 'iya' dan 'tidak'
kecuali berupaya dewasa untuk menemukan-menghadapi hakekat
kebenaran, walau rada pucat, bingung campur frustasi namun lega.
well .. tentu ini belum berakhir .. karena unyil sedang 'belajar' !!

*np: 'i was brought to my senses' ____ sting (mercury falling)
-duke-

quotes ++++++++++++++++++++++++++
--- In radioliner, "David Susilo" wrote:
Terlepas dari itu, kalau seseorang sudah tahu dan merasa malu
bila gak mengetahui sesuatu. There is a simple solution.. belajar :)

--- In radioliner, "sukaliman" wrote:
pertama (tidak berani ngaku "tidak tahu") mungkin ada pertimbangan
takut salah sehingga dikira sok tahu dan nggak mau nanggung malu.

Original Message ----- From: "David Susilo"
Dua hal yg paling saya tidak mengerti dari interaksi antar manusia:
1. tidak beraninya mengaku "tidak tahu"
2. tidak maunya untuk belajar.
Kenapa harus gengsi untuk bilang "tidak tahu"? kenapa tidak
mau belajar? saya sungguh tidak mengerti.

Original Message ----- From: abdi susanto
karena belajar bisa juga berarti berhadapan dengan kelemahan,
keterbatasan, diri sendiri yang tidak sempurna dan bahkan busuk.
kebanyakan orang sulit atau tidak mau belajar karena tidak
mau melihat diri sendiri yang lemah seperti itu.

--- In radioliner, julie arifin wrote:
setahu saya manusia yang nggak pernah belajar cenderung naif.
kadang2 malah gampang percaya dengan apa yang didengar.

--- In radioliner, abdi susanto wrote:
manusia yang tidak pernah belajar bisa dianggap manusia mati
dan biasanya angkuh serta tinggi hati.

--- In radioliner, "duke " wrote:
maka itu, sering ada 'labirin' kata-kata seperti ini:
- aku tau bahwa aku tau
- aku tau bahwa aku tak tau
- aku tak tau bahwa aku tau
- aku tak tau bahwa aku tak tau, dst

--- In radioliner, Virg mallau wrote:
itulah yang disebut ilmu pengetahuan, bisa kita dapat melalui
pengalaman orang lain yang berada di sekitar kehidupan
sehari hari maupun kehidupan kita
(magnis suseno)
--- In radioliner, "duke " wrote:
katanya sih, untuk bisa mempelajari sifat serta karakter manusia
lain, sebelumnya ia harus memahami dan menundukkan diri sendiri.

+++++++++++++++++++++++ cut

0 Comments:

Post a Comment

<< Home