Wednesday, January 05, 2005

sYd - New.Year.Eve.

31 dec 2004,
sebetulnya udah agak kesiangan, karena
akhirnya aku berangkat ke sidney jam 3 sore.
karena ada beberapa rekan indo laennya yang
mo ikut bareng, juga nungguin pada sembahyang
jum'at (aku agak heran karena mereka tetep pake
waktu w.i.b maka jam 3-an sholat, ato magribnya
9 malem = beda waktu sini 4 jam ama wiba).
maka yang tadinya mau ke king cross segala,
kubilang, gak bakal keburu kalo mo masuk opera
house. karena menurut info dari temen di milis
'ppia' (persatuan pelajar) sini ama isa (indo
student ass), mending sebelum jam 4 udah masuk
plaza opera karena 'biasanya' bakal ditutup.
sementara aku pribadi, rencananya gak masuk ke
kompleks itu, tapi ke sebuah tanjung yang deket
ama opera house dan dibatasi botanical garden,
yakni disebut 'mrs. macquaries point', sehingga
bisa mendapatkan best view dari landscape opera
dengan latar belakang jembatan berikut perairan
dan kapalnya. pasti monumental in midnight hour.

maka sesuai anjuran koran, aku pake sepatu dan
siapin mantel, krim kulit. ransel berisi handy-cam
plus kaset cadangan, nasi goreng + sosis + ommelete
(in konteiner/kotak plastik), sandwich tapi sayur
kubuang biar awet, hot dog, apel 4 dan sebotol fresh
water. kira-kira 4 orang berangkat dr stasiun fairy
meadow, langsung ke central sydney. rupanya uda rame
bahkan banyak yg pake atribut pesta seperti mewarnai
muka, bawa topi kerucut dan trumpet (kayak di indo),
sementara baju rada 'dandan' dengan dominasi warna
item (warna gaul sedunia rupanya). oya, salah satu
trend di sini adalah anting ato pinset/emblim ato
asesoris yang bisa 'nyala warna-warni' itu loh.
bangku kereta penuh, aku mesti duduk agak mencar
dari rombongan indo. gak masalah, maka aku duduk
samping bule 40-an. rupanya turis dari manchester
england. kok logat ama spellingnya lebih enak yah,
ada nadanya. jadi inget ama kursus ielts dulu.
sebenernya dia lagi baca tapi kami sempet ngobrol
termasuk soal tsunami. lalu sekitar nyaris jam 5
kereta memasuki central, kondisi rame banget.

aku langsung bersiap dengan camera, yang sebelumnya
udah 'kurekam' dulu di jidat. sempet ke china-town
dulu (dixon street) karena memang gak jauh, sekalian
bisa nantinya lewat elizabeth street ke hyde park.
nah dari park ini, bisa langsung menyusuri macquire
street sampe ke kompleks opera house. sebetulnya sih
gak beda dengan situasi dan keramaian waktu pertama
kali ke sini kemaren. tapi nyata benar bahwa dari
penampilan dan 'gaya' mayoritas pejalan kaki adalah
'ready to get party' dan menuju ke opera house itu.
termasuk di hyde park, banyak yang udah 'pemanasan'
minum bir, pelukan, trompetan, juga yang bawa gitar
dan semuanya bawa ransel (yang pria terutama). kalo
ceweqnya udah pasti menor, dan seolah gak perduli
cuaca (angin dingin) pada pake mini bahkan no bra.
nyaris jam 6 liwat, di simpang shakespeare place
udah mulai macet. inilah junction dimana kalo lurus
bisa langsung menuju kompleks opera house, kalo ke
kiri kelak bisa nyampe ke 'circular quay' melalui
bent street, yakni trem kota juga ferry yang bisa
tepat 'berlayar' di depan opera house dan di bawah
jembatan. nah kalo ke kanan, bisa menuju macquires
point itu. tapi sama aja, pada macet. polisi dan
patroli berikut sukarelawan pake seragam, sibuk
mengatur lalu lintas sembari informasi + poskonya.
lalu ada seorang petugas wanita menghampiri kami,
menanyakan tiket. kupikir jualan, karena mestinya
free (menurut koran). ternyata waktu nyaris sampai
simpang di depan conservatorium of music (which is
about 200 m dari plaza opera house), ada crowded
and stucked. rupanya memang ada semacam gerbang
darurat dan hanya yang punya tiket (pass) bisa
liwat. aku sempet nanya petugas, katanya free.
dia bilang, ini bukan tiket untuk jual beli, tapi
pembatasan ato mengatur kapasitas pengunjungnya.

sempet kecewa berat, kami muter di sekitar taman
sembari liat situasi. banyak kerumunan yang juga
gusar mbari ngomel, tapi ada juga yang gelar tikar
di taman sampe trotoar dengan cuwek lantas rebahan.
rupanya, banyak yang bawa ransel adalah selain food,
juga terpal buat alas ato payung hujan sampe kursi
lipet ehehee. juga yang urakan misalnya langsung
buka box bir dan nyanyi-teriak, ada yang sibuk foto
ato ngerekam. kalo pelukan dan ciuman ampe nempel
di depan orang rame .. itu mah makin biasa deh.
semua orang kayaknya ada di sini, dari orok ampe
engkong, segala warna kulit dan bahasa, tipe baju
ampe asesorisnya .. kupikir sekitar 5000 orang ada
disekelilingku. lalu aku inisiatif ke circular quay
karena kliatannya bisa liat jembatan, lewat albert
street. nyatanya .. manusia makin rapet, maklum di
wilayah terminal. sementara udara mangkin dingin
terutama anginnya. beberapa temenku pada istirahat
sembari buka bekal, sementara aku ke sana kemari
buat shooting. aku sempet melihat seorang lelaki
muda, mendadak dipukul dan dijambak dengan 3 pria
lainnya. sepertinya perkelahian gak seimbang, tapi
yg seorang itu gak ngelawan karena bawa tas banyak.
aku deketin tapi yang laen cuwek, gak niat melerai.
maka aku lari ke petugas jaga di gerbang dan teriak
ada fighting; three against one person. memang sih
reaksinya cepet dan dibantu dua polisi (berkuda).
tapi gak abis pikir, setelah dilerai, yang tiga itu
dibiarkan pergi. sesama bule sih, aku dekati sambil
negur, are u ok? dia nangis, nanya: where's my wife?
loh ternyata ada istrinya dan tadi kabur ketakutan.
kutanya ciri dan namanya, buat bantu nyari dan dia
gak perlu kemana-mana alias stand by. ada beberapa
lelaki lain menghampiri dan menghiburnya, sementara
aku balik hingga ke simpang tadi. nah di sini sempet
ketemu petugas laen sembari kubilang dari indo serta
pertama kali mo liat kembang api, tolong bole masuk.
dia bilang, jangan khawatir. biasanya setelah acara
pertama jam 9 pas, akan banyak pengunjung yang keluar
maka pintu pembatas akan dibuka jam 10-an. wah, ini
baru top. aku kembali ke tempat semula dan ketemu
pria tadi, ternyata istrinya udah ada lalu pelukan
sembari pergi. aku sempet tanya, kenapa gak gugat
ato lapor formal, mereka bilang gak perlu dah.

aku ngajak temen2 nangkring depan pintu, mendadak
ada lagu kenceng semacam pembukaan. berganti beat
dance kayak techno, ala medley dan semuanya spontan
berdiri tepuk tangan. udah mulai? jlegur .. langit
terang di atas railway (jalur trem yang melayang di
atas, persis roller coaster) .. kembang api! jam 9
dan aku bingung mo shoot di mana, karena ketutupan
bangunan tinggi, pohon bahkan terminal 2 lantai itu.
ada percikan api sesekali, musik keras, lantas ..
are you gonna be my girl, jets! weleh ngiri banget
liatin bule yg ikut nyanyi sembari goyang, karena
aku gak hafal lirik lagu yang 'nyerocos' itu ;o)
sekitar 15 menit, lagu dan kembang api berlangsung,
kami cepet lari ke depan pintu. belum terlalu banyak
orang tapi kerumunan tetap rapat, maka kami semua
berdiri. aku sempet mikir, kalo pintu beneran dibuka,
apa gak bahaya kayak orang keinjek di stadion bola?
sekitar lebih setengah jam, kerumunan makin besar
namun tertib, akhirnya .. dibuka dan semua bergerak
tanpa berlari ato berdorongan. wuih akhirnya bisa
juga, menuruni jalan yang kayak udah kuhafal ehehee
ada beberapa kontainer besar berderet di pinggiran,
rupanya wc umum plus yang ngantrinya. masuk ke plaza,
belok kanan dikit, nah .. muncul lagi si keong gede.
trus ada pemeriksaan tas satu-satu, lalu aku gabung
dengan manusia yg diperkirakan more than 1000 orang
di plaza dan bangunan sydney opera house. jalan makin
susah karena tiap jengkal pavement (bukan tanah) udah
dikapling pake terpal ato kaen ato tiker, yang duduk,
maen kartu, rebahan, pelukan .. apalagi di tangganya.
aku ngajak nyelinap ke kafe basement, supaya bisa
tembus langsung ke tepi lautnya. ada live band yang
berdentang mengiringi orang jojing bebas, ada juga
langsung buka perbekalan berikut tripod dan kamera.

setelah dapet kapling mini, temanku pada selonjoran
sementara aku 'solo run' menyusuri basement sampe
naek tangga dan mengulang route lama. gak tau deh
gimana hasilnya, karena cahaya dan speed handy-cam
terlalu standard, dan yang terpenting: baterenya!
kira-kira sejam muter, balik ke 'posko' dan makan
nasi goreng di tepi laut sembari ngeliat kapal dan
perahu yg diberi lampu terang, iringan musik dance
dan dihadapanku .. ya si sidney opera house dong.
ada beberapa moment yang kurekam, juga ngobrol ama
beberapa pengunjung yg santai dan familiar (udah
gak jelas lagi asal dari mana ato kebangsaannya),
bahkan aku dipeluk ama satu laki bule cuman buat
bilang hepi nyu year juga giliran si ceweknya.
lagu non-stop, akhirnya nyaris 5 menit menuju 12,
banyak pengunjung pindah yang ke tepi pagar untuk
bersiap liat atraksi puncak. count down dari 20,
dipandu dari slide raksasa yang ditembak ke arah
badan jembatan, diikuti serentak .. 3, 2, 1 duar!
dimulai dengan pancaran kembang api di sekujur
jembatan sydney, membentuk mahkota raksasa serta
berlangsung terus menerus, dengan ekor cahaya yg
menyebar ke segala arah selama nyaris 5 menit.
disambung dentuman keras dari arah lain, kayaknya
dari 'darling harbour' (arah di balik jembatan)
maka melesatlah peluru cahaya membelah malam dan
meledak menimbulkan kembang api. gak seberapa lama
lantas disusul dr balik gedung sidney opera house
(arah berlawanan), bermunculan tembakan serupa dan
memecahkan cahaya. luar biasa, susah diceritakan.
sementara kapal dengan tiang cahaya, patroli air
serta helikopter yang tinggi dengan lampu sorot,
mondar-mandir menyaksikan pesta pergantian taon.
aku sempat merekam selama 10 menit pertama, yang
ternyata rada 'salah strategi' karena semakin lama
justru atraksinya semakin gila .. aku 'low bat'!
apes banget deh, sementara temenku yang bawa h.p
kamera dan kamera digital, sama nasibnya. ada yang
kelebihan memory, ada yang baterenya drop. bener
bikin lupa diri, walau bingung mo rekam yang mana.
oya, mo tau lagunya? don't stop till u get enough!
tuh .. kumplit edannya kan (gak tau deh, bagi yang
gak tau judul, penyanyi maupun 'bentuk' lagu itu).

kurang lebih nyaris setengah jam, langit terang
dengan segala rupa, model, atraksi, warna, jenis
kembang api .. dari tiga tempat (konon, sebenernya
di siapin 5 titik, tapi yang dua pasti luput-jauh).
manusia kiri kananku pada histeris (termasuk daku),
saling selamat dan pelukan, dancing, foto, dst.
lalu lampu sorot dari mercusuar, menara jembatan,
plaza opera house menuju satu titik, bola raksasa
yang sedang 'melayang' (ditarik) ke atas jembatan.
kalo kupikir sih, kayaknya bakal jadi reflektor dan
memantulkan warna-warni seperti lampu diskotik itu
dan berputar. juga di sepanjang (ya, ujung sampe
ujung satunya lagi) jembatan raksasa itu, menyala
lampu 'berjalan' yang kira-kira gak lebih dari 10
detik. berarti betapa cepatnya 'pergantian' nyala
lampu itu, semua persis interior disco raksasa
dan terjadinya di atas air (teluk sidney).
cuman aku gak sempet liat kelanjutannya, karena
sebagian rombongan mulai beranjak pulang, termasuk
rombonganku. so ribuan orang bergerak perlahan dan
sembari saling menyapa, meninggalkan plaza opera.
aku menuju circular quay, apalagi kaki kiri kumat
keram dan 'pincangnya'. ditambah lagi antri serta
manusia yang tumpah ke terminal, baru berasa capek
dan dinginnya 'subuh' itu. naik trem menuju central
lalu transit kereta 'south coast line' yakni arah
wollongong. antrian begitu banyak, sampe gak dapet
tempat duduk dan 'ngemper' di selasar gerbong juga
jadi gak beda ama di kereta parahyangan kita itu.
ada yang mabok, maen salam ke siapa aja, nyanyi
sesukanya .. dan pasti banyak yg gak bayar tiket.
anyway, aku masih blon tau juga yang disebut ama
'fanfare' itu. mengenai thema, kayaknya gak ada
yg spesial taon ini. kalo kubaca sekilas berita
koran tadi, judulnya 'a party with heart and soul'
disinggung dikit mengenai 'beneath the sparkling
sky, the silence spoke of something else. running
parallel to its festive spirit, the city looked
outwards, recognising the misfortune suffered by
millions in neighbouring countries .. etc'
well .. what? ehehehe selamat ganti kalender dan
memulai taon baru 2005 .. seeing is believing.