pondokan pisau terbang
dUkE~mElihAt
mungkin, kalo mo nikmatin film enak, gak mesti selalu
perlu dipengaruhi resensi, termasuk reputasi pendukung
ato sebutlah nama besar dibaliknya. so, begitupun buat
menikmati keindahan film 'house of flying dagger', yang
celakanya gak bisa kuresapi utuh karena pantangan itu.
dari latar belakang dinasty 'tang' 859.ad, gitu menurut
flyer yang dibagikan, sebuah tipikal jamak dalam bertutur
film mandarin. tentulah berisi pertentangan hitam - putih,
penguasa dan yg tertindas, kemapanan dan pemberontak
hingga benci dan rindu, tegar nan lembut, melek dan buta ..
juga semangat 'mengupas bawang' yang bikin penasaran
walau mata jadi perih, termasuk kejutan yang sebetulnya
gak mengejutkan bener. lah kenapa demikian? karena
sejak awalnya, film ini gak bermaksud ruwet bikin kejutan
serta malah asik lama-lama dengan tarian lembut, atraksi
beladiri dengan panorama indah, angin yang bebas serta
bunga liar. kalopun ada rasa ngilu berupa perkelahian di
hutan bambu nan diimbangi kelenturan hijau memukau,
serta cinta membara di padang bunga hingga menuaikan
cemburu, berlanjut pertempuran 'dua musim' nan sengit
entah demi bukti apa selain tetesan darah di atas salju.
jelaslah, ini bukan film tempur ato tentang skandal ato
penyusupan .. ini murni kisah cinta anak-anak manusia.
walau rada gak adil dengan 'menghukum' salah satu pihak
yang telah 'tulus' berkorban berkalang waktu lantas gelap
mata, hingga berubah kalap dan membarakan kebencian,
tapi yah .. memang begitulah, segalanya atas nama cinta.
maka nasib pondok perguruan pisau terbang yg sedang
dikepung rapat di akhir cerita, jadi gak penting lagi.
yea, menonton film ini sebaiknya dengan cara melihat
sebuah kisah cinta, lengkap dengan pengorbanan serta
kejutannya. tapi jangan sekalipun dibandingkan dengan
gejolak terpendam nan rapat ala crouching tiger, hidden
dragon (ang lee-2000) maupun filosofis warna 'hero' dari
sutradara yg sama zhang yimou. keindahan warna, alur
kamera, gerak tubuh serta arah mata pisau, perubahan
musimnya, adalah alur turun naiknya gejolak asmara
anak manusia. yang dibalik semua atribut, peran serta
tugas masing-masing akhirnya mereka saling berhadapan
serta melakoni makna cinta sebagai manusia nan biasa.
dan seperti yang kutulis di awal, aku ternyata gagal
menikmati cinta yang seadanya dalam film ini. mungkin
laen kali perlu pake jurus yang pernah dibuat pendekar
led zeppelin untuk album ke empatnya, dimana gak ada
tittle album, nama led zeppelin maupun personilnya.
